Pembangunan Rumah Sakit Mitra dari Lippo dan NU Memasuki Tahap Topping Off

Lippo Group melalui Siloam Hospitals dan Nahdlatul Ulama melalui Yayasan Syubbanul Wathon telah melakukan topping-off atau peletakan batu terakhir pembangunan Rumah Sakit Umum Syubbanul Wathon-Tegalrejo.

RSU Syubbanul Wathon merupakan hasil pertama kemitraan Kelompok Lippo dan Nahdlatul Ulama yang bertujuan untuk membangun beberapa rumah sakit di daerah, khususnya daerah berekonomi berbasis rakyat dengan sasaran pemberdayaan ekonomi daerah dan kesejahteraan rakyat daerah.

Di dalam kemitraan pembangunan rumah sakit dan pelayanan kesehatan ini, Kelompok Lippo memfasilitasi dan menyediakan kebutuhan keuangan, pengelolaan, sistem operasional dan pemberdayaan sumber daya manusia dalam membangun rumah sakit umum tipe C di Tegalrejo berkapasitas 180 tempat tidur dan melayani daerah seluas kurang lebih 30 km2 dengan jumlah penduduk kurang lebih 60 ribu orang.

Setelah penandatanganan kemitraan pada 16 Oktober 2017 lalu, pelaksanaan pembangunan rumah sakit ini dimulai pada Desember 2017. RSU Syubbanul Wathon dibangun di atas lahan seluas lebih kurang 4.800 m2 yang disediakan oleh Yayasan Syubbanul Wathon, dengan total luas bangunan lebih kurang 6.000 m2, terdiri dari 3 lantai dengan kapasitas 180 tempat tidur, yang akan dibangun dalam dua tahap, dengan tahap pertama sebanyak 120 tempat tidur. RSU Syubbanul Wathon diharapkan beroperasi dan mulai melayani masyarakat di bulan Juli 2018.

Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini mengatakan, kerja sama semakin memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kerja sama ini sangat membahagiakan para santri, pengurus yayasan, dan masyarakat Tegalrejo karena akan terlayani fasilitas kesehatannya. Dan dengan peralatan kesehatan modern, masyarakat Tegalrejo tidak usah jauh-jauh pergi ke Yogyakarta atau ke Semarang untuk memeriksakan kesehatannya,” ucap Helmy Faishal Zaini.

Chairman Lippo Group, DR. Mochtar Riady menambahkan bahwa warga setempat turut diberi kesempatan guna diberdayakan, dilatih untuk memenuhi sumber daya bagi operasional rumah sakit. “Kami utamakan perekrutan dan penempatan tenaga kerja lokal dengan pelatihan intensif agar memenuhi sumber daya guna operasional rumah sakit ini,” tegas Mochtar Riady.

RSU Syubbanul Wathon merupakan yang pertama dari beberapa rumah sakit kemitraan yang akan dibangun di beberapa komunitas di Jawa dalam 5 tahun ke depan. RSU ini akan dilengkapi dengan 30 dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga medis lain yang melayani lebih dari 300.000 pasien per tahun di dalam masa 7 tahun ke depan.

Wakil Direktur Utama Siloam, Caroline Riady, mengatakan, kerja sama ini merupakan perwujudan dari visi Kelompok Lippo dan NU, yang juga sejalan dengan visi dan nilai-nilai kemanusiaan dari Siloam. “Kami sangat antusias dengan kebersamaan yang akan kami lalui selaku mitra Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Tegalrejo, pada khususnya warga Ponpes API.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *